Tuesday, December 9, 2008

MENYIKAPI KRISIS EKONOMI

Terus terang saya sangat awam soal perekonomian dunia yang hingga hari ini masih termasuk topik utama ulasan media massa dan menjadi bahan percakapan dalam forum formal dan non-formal. Mohon dimaklumi karena di sini tidak dapat ditawarkan solusi bagaimana langkah terbaik mengatur keuangan Anda dan tidak ada nasihat praktis bagaimana mengambil langkah yang lebih tepat untuk Anda yang harus mengalami PHK. Bukan berarti saya tidak prihatin dengan keadaan masyarakat pada umumnya dan teman, kerabat serta keluarga dekat secara khusus. Apalagi krisis ini benar-benar berdampak langsung pada keluarga dekat dan diri saya sendiri. Seorang keluarga dekat saya berkeluh karena ia kehilangan sekitar Rp 700 juta dengan turunnya harga saham. Kenyataan yang lebih dekat untuk disebutkan adalah berhentinya dukungan dana dari salah satu sponsor studi saya karena badan itu juga terkena dampak krisis ekonomi. (Saya sangat berterima kasih dan menghargai sekiranya Anda bisa memberi jalan keluar kepada saya).

Di tengah krisis seperti ini, saya teringat pada khotbah Pdt Ayub Yahya yang menyoroti seputar ‘fokus’ dalam kehidupan. Pdt Ayub mengajak jemaat untuk menjawab pertanyaan, “Apa yang menjadi fokus Anda sekarang?” Pertanyaan ini sangat mendasar dan penting kita jawab. Sebab, fokus kita menentukan pikiran, sikap, keputusan dan tindakan kita. Jika ‘uang’ menjadi fokus kita, maka pikiran dan enerji kita akan terkuras deras untuk mendapatkan uang. Keberhasilan kita diukur berdasarkan uang yang kita kumpulkan. Persahabatan kita juga akan diukur berdasarkan keuntungan material yang dapat kita peroleh dari sebuah persahabatan. Dan, celakanya, ketika uang menjadi fokus dalam kehidupan, hidup kita akan ambruk seiring dengan ambruknya perekonomian. Kenyataan seperti ini sudah terjadi dimana begitu banyak orang yang stress, depresi, tidak peduli dengan sesama, menjadi pemberang, hingga mengakhiri hidup dengan amat tragis.

Dalam keadaan krisis yang melanda dunia sekarang --yang kita tidak tahu apakah keadaan ini bertambah baik atau semakin memburuk-- kita perlu mengubah fokus kita. Fokus pada Tuhan! “Ah, ini sudah sering saya dengar!” Anda mungkin berkata. Tidak masalah seberapa sering hal ini Anda dengar. Yang paling penting adalah seberapa teguh Anda berpegang pada kebenaran ini. Kita perlu sadari bahwa sesungguhnya Allah fokus pada kita anak-anakNya. Allah menghendaki kita bahagia saat ini juga. Dalam hal ini Tuhan menghendaki kita melihat pada apa yang ada, tidak menangisi yang sudah tidak ada dan mencemaskan apa yang mungkin tidak ada dan tersedia.

Ada orang yang keluar dari rasa frustrasi dan depresi setelah mengubah fokus dari penderitaannya menjadi fokus pada apa yang bisa dilakukannya untuk menolong orang yang menderita. Hal ini dapat kita pahami karena di dalam doa kita bertemu dengan Kristus dan di dalam pelayanan kita bertemu dengan orang-orang yang menderita yang juga dikasihi oleh Kristus.

Apakah Anda sedang dalam puncak kegembiraan karena berkat-berkat Tuhan? Dengan fokus pada Tuhan, inilah saatnya Anda lebih banyak bersyukur. Sejalan dengan pengucapan syukur itu, inilah saatnya Anda menyatakan kasih Tuhan kepada orang-orang yang membutuhkan uluran hati dan uluran tangan.

Apakah Anda merasa sedih amat dalam karena kerugian materi di tengah krisis ekonomi ini? Dengan fokus pada Tuhan, kiranya Anda mendapat kekuatan dari padaNya untuk melakukan apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya atau ketabahan untuk menerimanya jika tidak dapat diatasi, serta pikiran jernih melihat apa yang masih ada pada Anda. Dengan keadaan Anda seperti sekarang ini pun barangkali Anda masih dapat menjadi perpanjangan tangan Allah menjangkau dan membantu yang lebih menderita dari Anda.

Apakah Anda amat merisaukan kemungkinan Anda di PHK karena tempat Anda bekerja terimbas dampak krisis ekonomi? Fokuslah pada Tuhan. Tuhan kita begitu kaya dalam cara memenuhi kebutuhan anak-anakNya. Jika pintu yang satu tertutup, pintu lain toh masih terbuka untuk Anda. Jangan pikirkan apa kata orang terhadap Anda. Itu hanya akan memperburuk keadaan. Cukup pikirkan kasih Tuhan dan usaha yang dapat Anda lakukan.

Jika Anda merasa biasa-biasa saja –tidak rugi dan tidak beruntung—dalam masa krisis ini, fokuslah pada Tuhan. Kita bertemu dengan Tuhan dalam segala bentuk penegalaman hidup meskipun kehidupan terasa biasa-biasa saja. Dengan hidup yang biasa-biasa saja Anda dapat melakukan perkara yang luar biasa oleh karya Tuhan.

Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN
dan percayalah kepada-Nya,
dan Ia akan bertindak.
(Mazmur 37:5)

No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai komentar Anda yang membangun.


ShoutMix chat widget