Sunday, August 10, 2008

KARAKTER PELAYAN

Siapa pelayan itu jauh lebih penting daripada apa yang dapat dia lakukan. Sebab, siapa dia memberi kekuatan kepada apa yang ia lakukan. Dalam hal ini, ‘karakter’ adalah salah satu dari beberapa hal penting bagi setiap orang yang terlibat dalam pelayanan gereja. Pelayanan tanpa karakter hanyalah ‘aktivitas keagamaan’ atau malah ‘bisnis religius’.

Pendeta, misalnya, membutuhkan sikap seorang pelayan tetapi ia harus selalu ingat bahwa ia melayani Kristus melalalui pelayanan Gereja. Jika ia tidak melayani Kristus, ia akan menyakiti sebagian warga jemaat dan menyenangkan hati sebagian lagi --khususnya mereka yang memenuhi keinginannya.

Bagaimana pendeta meningkatkan hidup spiritualnya? Warren W. Wiersbe and David W. Wiersbe menawarkan yang berikut ini:

  1. Pendeta perlu mengembangkan keheningan (apa saja pun namanya seperti meditasi, kontemplasi, saat teduh dan lain-lain). Kehidupan ibadah merupakan bagian penting dalam pembangunan karakter.

  2. Terhubung dengan suatu tradisi yang baik seperti Benedictus, Franciskus Asisi, Spiritualitas Lutheran dan sebagainya.

  3. Menguji kehidupan spiritualitasnya dengan mengajukan beberapa pertanyaan penting, misalnya:
  • Apakah saya melayani dengan iman atau saya menentukan sendiri apa yang harus dicapai?
  • Apakah ibadah pribadi saya sungguh-sungguh hidup dan penuh sukacita, atau hanya sesuatu yang rutin saja?
  • Apakah keluarga saya menerima dan mendukung pelayanan atau apakah ada ketegangan. Apakah saya memberi gambaran negatif tentang keadaan pelayanan? Apakah mereka melihat saya bergembira atau betah dalam pelayanan?





No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai komentar Anda yang membangun.


ShoutMix chat widget